It's Happy Life

Life is wonderfull, so enjoy your life

Galau? Hubungi Konsultan Cinta!

Judul Buku: Pacar Isi Ulang
Penulis: Endik Koeswoyo
Ukuran: 12 X 19cm
Tebal: 191 halaman
Harga: Rp. 28.000,00
Penerbit: DIVA

“Memang, aku sudah begitu meyakini bahwa hidupku sudah sepenuhnya aku abdikan untuk masalah yang satu ini. Di mana setiap manusia pasti akan mengalaminya. Love, love, dan love. Bahkan bukan hanya manusia, kucing saja jatuh cinta dan ketika ada masalah bisa jadi mereka baku hantam sesama kucing… aih… sebegitunyakah?”

Mas Anu adalah seorang konsultan cinta. Ia menangani berbagai masalah cinta dan segala problematikanya. Kliennya? Wah, jangan ditanya. Bukan hanya banyak, tapi berasal dari bermacam kalangan dan usia. Dari mahasiswa sampai mereka yang sudah menjadi pasangan suami istri. Dari yang mengeluh karena pasangannya selingkuh, sampai yang mencari cara supaya perselingkuhannya tidak diketahui oleh pacarnya yang lain.

Pekerjaan sebagai konsultan cinta telah ditekuni oleh Mas Anu selama dua tahun. Sebelumnya, ia hanya menanggapi curhat teman-temannya. Namun, karena semakin banyak orang yang berkonsultasi soal cinta padanya, jadilah Mas Anu seorang konsultan cinta. Dalam sehari ia bisa menerima delapan sampai sepuluh email keluhan soal cinta, belum lagi yang melalui SMS maupun twitter-nya di @konsultancinta. Selain itu, banyak juga klien yang membuat janji untuk bertemu dan konsultasi tatap muka. Soal tempat, bisa diatur. Bisa di ruang kerja Mas Anu, di bioskop, bahkan ia juga sering ke luar kota untuk menemui kliennya. Tarifnya? Jangan khawatir, kalau puas, bayar seikhlasnya.

Novel komedi ini berisi 14 bab, di mana setiap bab berisi pengalaman Mas Anu yang menghadapi klien yang bermacam-macam. Membaca setiap bab yang berisi kisah yang berbeda, menjadikan buku ini layaknya diary Mas Anu, sang konsultan cinta. Di akhir setiap bab juga disisipkan semacam testimoni tentang kasus cinta yang ditangani. Misalnya pada bab pertama, Devi, klien Mas Anu yang mengeluhkan Dono, pacarnya yang berkali-kali selingkuh. Meski sudah disarankan untuk ganti pacar, Devi tetap ingin mempertahankan pacarnya itu karena menurut Devi, Dono itu orisinil, alias cinta pertamanya. Maka di akhir bab terdapat testimoni;

Ps: Memiliki sebuah produk itu bukan soal orisinil atau KW, tapi lebih kepada fungsi dan kegunaan.

Pss: Jika ingin berubah, harus berani keluar dari lingkaran yang sama.

Banyak hal unik yang bisa kita temui di buku ini. Tema cerita yang mengangkat tokoh utama yang berprofesi sebagai konsultan cinta, dibumbui dengan bahasa yang santai,menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Klien Mas Anu yang memiliki beraneka sifat dan kemauan, dengan berbagai keluhan, bisa menjadi referensi para remaja untuk menghadapi masalah cinta dan lebih memahami pasangan. Selain itu, pemilihan nama tokoh yang juga unik, disain sampul yang menarik, serta judul buku yang menggelitik rasa penasaran, memberikan nilai tambah bagi buku ini. Pemilihan judul “Pacar Isi Ulang” sendiri agaknya dipilih Endik Koeswoyo, sang penulis, untuk mengibaratkan orang yang selalu berganti-ganti pacar, seolah-olah pacar adalah handphone. Kalau hati sudah kosong, tinggal diisi ulang dengan pacar baru. Selain itu, Mas Anu, sang tokoh utama juga beberapa kali memberikan nasihat pada kliennya dengan menggunakan istilah-istilah handphone sebagai pengibaratan. Salah satunya, kutipan Mas Anu pada halaman 15, “Ibarat handphone, Dono itu sudah tidak layak pakai. Ibarat handphone sekarang, musim smartphone, kamu masih pake handphone jadul keluaran tahun dua ribu, batangan pula.”

Sayangnya, buku ini hanya menceritakan seputar pengalaman Mas Anu memberikan konsultasi cinta. Penulis tidak memaparkan kisah kehidupan pribadi Mas Anu sehingga pembaca tidak benar-benar mengenal tokoh utama. Pada salah satu bab, diceritakan tentang seorang klien Mas Anu yang bernama Imei. Agaknya Mas Anu dan gadis Tiong Hoa itu saling menyukai. Namun tidak diceritakan bagaimana hubungan mereka di luar urusan konsultan dan klien. Mas Anu sudah jomblo selama dua tahun tetapi justru menjadi konsultan cinta dan memiliki banyak klien. Jika diceritakan kehidupan cinta pribadinya, bagaimana jika seorang konsultan cinta merasakan jatuh cinta, apakah ia akan bisa mengatasi kegalauannya sendiri, apakah ia akan tetap bisa fokus pada profesinya, semua itu akan menjadi kisah yang menarik.

Endik Koeswoyo sudah menerbitkan sekitar sepuluh judul buku dan novel. Baik cerita yang serius, maupun komedi seperti Pacar Isi Ulang. Pada biodata singkat di akhir buku, Endik menuliskan bahwa dirinya bukanlah penulis idealis, ia menulis dengan suka-suka dan sederhana. Hal ini tergambar pada jalinan cerita Pacar Isi Ulang. Dengan kesederhanaan Penulis kelahiran Jombang itu menuturkan kisahnya yang menghibur. Dengan jumlah halaman yang hanya 191, ukuran buku yang relative kecil, pemilihan tipe dan ukuran huruf yang nyaman untuk dibaca, menjadikan Pacar Isi Ulang sebagai pilihan tepat untuk mengisi waktu luang.*

Ramadhani Ray

Depok, 04062012

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: